Selasa, 07 April 2009

nggak dianggap itu sakit.


yang namanya nggak dianggap pasti emang nyakitin banget, nggak dianggep ama temen, keluarga, dosen bahkan pacar. salah satunya yang paling nyakitin mungkin sama pacar. bukan sesuatu yang baru, tapi ngebuat luka yang belum kering jadi kebuka lagi, menganga lagi, perih lagi. asalnya semua biasa, mengingat baru beberapa kali. kedua menjadi suatu pertanyaan. ketiga udah mulai muak, keempat, kelima, keenam dst kurang bisa mentolerir, hingga sekarang balik lagi ke nomor dua, bertanya. akankah semua ini yang akan saya dapatkan selamanya?
apalagi nggak dianggep di antara teman-teman kita juga, nggak ditanya, acuh, nggak ngeliat. pokoknya nganggep nggak ada, dan saya sepanjang jalan mikir supaya bener-bener nggak ada di situ. dalam keadaan itu. di tempat itu. pengen banget rasanya saat itu untuk nggak kenal sama orang-orang itu. lebih baik ditemani dengan babi, anjing, kucing, monyet, burung yang mungkin mau untuk bermain bersama, mengobrol bersama, walaupun mereka nggak ngerti, seenggaknya saya senang ada yang sedikit acuh untuk melihat ketololan saya untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka. niat untuk mati emang nggak ada, tapi niat untuk menghilang sangat besar kala itu. tau bahwa nggak ada seorangpun yang peduli dengan saya, tambah menimbulkan kekuatan untuk amnesia secepatnya. salah satu gejala yang sekarang dikategorikan sebagai penyakit ini, tapi malah sangat saya inginkan sekarang. enak kayaknya bisa lupa gitu aja, tanpa ada beban, masalah. seperti 50 fisrt date, yang dibintangi adam sandler sama drew barrymore. ketika ceweknya nggak bisa inget kejadian hari kemarin gara-gara kecelakaan yang menimpanya dan juga menyebabkan trauma. tiap hari adalah hari yang sama. asik banget kayaknya. karena saya lagi dalam perjalanan mobil saat itu, saya sangat berharap untuk bisa menghipnotis truk sebelah mobil untuk menabrakkan truknya ke sedan yang saya tumpangi.
kenapa disaat seperti itu saya malah menangis? marah? kesel? kecewa? sedih? seneng? apakah harus selalu ada alasan untuk menangis? saya nggak tau perasaan saya saat itu dan nggak bisa ngegambarinnya sama sekali, harus berperasaan seperti apakah saya saat itu? nggak tahu, nggak ada yang tahu, nggak ada yang ngasih tau. cukup sama-sama tahu aja.
cuma ingin cepat pergi biar nggak ada yang ngerasa dikecewain, ngerasa dirugiin. perih nggak sih kalo pacar sendiri ketawa-ketawa, ngobrol dengan teman kita, tapi nggak nanya sepatah kata-pun ke kita? perih nggak? nggak juga kan? hal yang biasa, ya udah kalo emang maunya kayak gitu ya udah, gapapa. I'll be fine. asal nggak ada minta2 maafan lagi aja nantinya, sekarang ngelakuin hal kayak gitu, minta maaf, trus ntar terulang lagi, minta maaf lagi. bosen. bosen dikasarin, bosen diacuhin, bosen dibandingin. yang namanya maaf itu berjanji nggak akan mengulanginya lagi. bukan hanya untuk mengurangi rasa bersalah/berdosa.
apalagi dengan disentaknya di depan teman kita, apa salah saya kalau saya jadi cemberut? marah? kesel? apa salah saya? yang dengan akhirnya harus rela diem sekitar 1 jam tanpa buka mulut dengan hanya mendengarkan obrolan mereka. apa enaknya? nggak akan lagi-lagi saya mau diajak ke dalam keadaan seperti ini. kalau dipegang menjadi satu hal yang sangat menjijikan, akan saya ingat untuk nggak pernah megang dia lagi.
dan disaat dia mau megang, trus saya mengelak. apa saya pantas untuk disalahkan, setelah dibilang kalau saya ingin balas dendam. saya hanya diam tanpa buka mulut sedikitpun. diam dan rasakan. nggak semua orang bisa memberi kepastian, nggak semua orang butuh dengan yang namanya kepastian. apa semua salah saya? egois? SELFISH GIRL?
Don’t tell me you’re sorry coz you’re not
When I know you’re only sorry you got caught
But you put on quite a show
You really had me going
But now it’s time to go
Curtain’s finally closing
That was quite a show

Tidak ada komentar:

Posting Komentar